Rabu, 22 Oktober 2014

Serba-Serbi Kura-Kura Dada Merah (Kura-Kura Badut)

Memelihara Kura-kura Dada Merah atau Kura-kura Badut tergolong mudah karena tidak memerlukan perlakuan khusus dan pakannya tergolong mudah. Kura-kura yang berasal dari Papua ini termasuk karnivora dengan makanan utama adalah ikan, namun dapat juga dilatih untuk memakan pelet. Kebanyakan Kura-kura Dada Merah yang dijual di pasaran sudah diadaptasikan untuk memakan pelet.

Ciri Fisik Kura-Kura Dada Merah
Kura-kurayang dikenal juga sebagai Red-bellied Side Necked Turtle ini memiliki Karapas berwarna coklat dan plastron yang berwarna merah. Warna plastron merah ini lah yang menjadi ciri utama dari jenis ini dan dapat membedakannya dengan kerabat dekatnya yaitu Kura-kura Dada Putih dan Dada Pink. Ukuran maksimalnya saat dewasa kurang lebih 25 cm. 

Terdapat garis kuning-putih di samping mata dan mulut bagian bawah. Hal inilah yang membuat kura-kura yang berasal dari Pulau Papua dan Australia ini dijuluki pula sebagai Kura-Kura Badut. Panjang leher dari Kura-kura ini tanggung, tidak pendek namun tidak bisa dikatakan panjang. Kura-kura ini tidak dapat memasukkan kepalanya ke dalam tempurung, namun hanya bisa menekuk lehernya.

Pemeliharaan
Pemeliharaan Kura-kura Dada Merah hampir sama dengan kura-kura semi air lainnya, yaitu dengan mnyediakan kolam atau akuarium dengan tempat berjemur. Kura-kura ini termasuk perenang yang baik sehingga kolam yang dalam tidak masalah untuk kura-kura dewasa, namun untuk kura-kura dengan usia muda sebaiknya air yang ada pada kontainer tidak terlalu dalam.

Pakan untuk kura-kura ini cukup mudah. Untuk kura-kura dewasa bisa diberi makan ikan-ikan kecil, sementara untuk bayi kura-kura diberi serangga kecil, cacing, dan pelet. Banyak kura-kura jenis ini dipasaran yang telah diadaptasikan untuk memakan pelet sehingga pemberian pakannya tidak terlalu repot. Jika kura-kura yang anda miliki ternyata tangkapan alam, ada kemungkinan dia tidak mau makan pelet dan harus dilatih untuk memakannya.

Harga
Harga dari Kura-kura Dada Merah ini sangat bervariasi. Untuk ukuran baby (kurang lebih 3-5cm) biasanya dijual dengan kisaran harga Rp 125.000 sampai 175.000 tiap ekornya. Sementara dewasanya berkisar sekitar Rp. 400.000 atau lebih tinggi tergantung keunikannya. Harga tersebut bukanlah patokan resmi, hanya harga normal pada saat ini (Oktober 2014) berdasar harga di situs jual beli online serta survey di beberapa pedang reptil di Yogyakarta.

Sumber gambar: alnusa-indonesia.com

Sekilas Mengenai Kura-Kura Malayan

Memelihara jenis Kura-kura Malayan memang sedikit menantang. Perawatan kura-kura ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kura-kura semi-air lainnya, namun pakan dari Kura-kura Malayan ini sedikit sulit. Harga kura-kura ini juga tergolong sangat terjangkau. Sesuai dengan nama internasionalnya, Malayan Sail Eating Turtle memang memakan siput, walaupun terkadang ada pula yang sudah dilatih untuk memakan pelet.

Ciri Fisik Kura-kura Malayan
Kura-kura jenis ini mudah dikenali dengan ukuran kepalanya yang relatif besar dibanding kura-kura lain dengan ukuran yang sama. Karena makanan utamanya adalah siput, sangat jelas bahwa ukuran kepala yang besar ini sangat efisien. Rahangnya juga didesain kuat untuk menghancurkan cangkang siput. Meski makanan utamanya adalah siput, terkadang kura-kura ini juga memakan hewan-hewan kecil, ikan dan serangga.

Ukuran karapas maksimalnya kurang lebih berkisar sekitar 20 cm. Warna yang dominan pada karapasnya adalah coklat. Pada bagian kepala terdapat strip-strip berwarna putih, sekilas posisi garis bagian atas hampir mirip dengan Kura-kura Ambon atau Kura-kura Pipi Putih

Pemeliharaan
Pemeliharaan Kura-kura Malayan tidak jauh berbeda dengan jenis kura-kura semi air lainnya. Setting kandang berupa kolam atau akuarium dengan air dan daratan sudah cukup. Masalah utama yang muncul biasanya adalah pemberian makan. Banyak dari Kura-kura malayan yang dijual dipasaran hanya bisa makan siput saja. Beberapa mungkin bisa makan pakan buatan seperti pelet karena telah dilatih sejak bayi. 

Beberapa penghobi mungkin akan membeli Kura-kura asal Thailand ini pada usia bayi dengan pertimbangan dapat dilatih memakan pelet. Namun juga perlu dipertimbangkan karena bayi kura-kura umumnya sangat rentan terkena penyakit. Secara harga, terkadang kura-kura dengan usia bayi justru memiliki harga yang lebih tinggi dianding ukuran remaja.

Sumber gambar: www.dreamstime.com

Minggu, 13 Oktober 2013

10 Hewan Peliharaan Berukuran Mungil Paling Populer

Bagi sebagian orang memelihara hewan peliharaan dengan ukuran kecil merupakan pilihan yang tepat. Memelihara jenis peliharaan dengan ukurannya tubuh yang mungil memiliki beberapa keuntungan seperti hemat tempat untuk kandang atau ruang untuk memelihara. Hewan peliharaan berukuran mungil juga terlihat lucu dan menggemaskan. Berikut adalah sepuluh jenis hewan dengan ukuran mungil yang paling populer dijadikan hewan peliharaan:

10. Guinea Pig

Rentang Hidup: Lima sampai 10 tahun,
Baik untuk: Anak-anak dari segala usia, cocok sebagai "starter" pet
Pakan: pelet komersial, rumput hay, sayuran segar dan air, vitamin C(dosis harian),
Baik untuk Anda ketahui: Guinea pig sebenarnya dari Amerika Selatan (tidak Guinea) dan bukan jenis babi sama sekali.

9. Hamsters
Rentang Hidup: Dua atau tiga tahun,
Baik untuk: Anak 8 tahun dan lebih tua, hamster aktif di malam hari (Nocturnal) - tidak cocok untuk anak anak Balita,
Pakan: pelet komersial, air tawar; sesekali buah-buahan dan sayuran segar, dan keju,
Baik untuk anda ketahui: Jika Anda mengadopsi dua hamster dari lawan jenisnya, Anda akan segera memiliki sebuah perkumpulan bayi hamster. Itu karena kehamilan hamster hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu, dari awal sampai akhir.

8. Geckos (Tokek)
Rentang Hidup: Hidup hingga 20 tahun,
Baik untuk: Anak-anak 10 dan lebih tua,
Pakan: Cacing dan jangkrik, air tawar,
Baik untuk anda ketahui: kesalahan penanganan dapat menyebabkan tokek untuk menumpahkan ekornya, yang merupakan mekanisme pertahanan alami. tokek juga merupakan burung hantu malam (agak berisik). Ia suka menghabiskan malam makan dan menyelidiki sekitarnya daripada tidur, tidurnya dihabiskan untuk siang hari.

7. Rabbits (Kelinci)
Rentang Hidup: Lima sampai 10 tahun,
Baik untuk: Anak 8 dan lebih tua,
Pakan: pelet komersial, sayuran segar, air tawar.

6. Parrots(Burung Beo)

Rentang Hidup: Hingga 80 tahun,
Baik untuk: Setiap usia, tetapi lebih baik untuk remaja dan dewasa,
Pakan: campuran biji Komersial, air tawar, sayuran segar dan buah.

5. Ferrets (Musang)
Rentang Hidup: lima sampai 8 tahun
Baik untuk: anak-anak 12 tahun dan lebih tua,
Pakan: Pelet komersial atau makanan Kucing, Air tawar,
Baik untuk anda ketahui: Musang sama seperti kucing tetapi lebih aktif, musang peliharaan yang jinak tetapi Lasak.

4. Betta Fish (Ikan Cupang)
Rentang Hidup: Hingga 3 tahun,
Baik untuk: Setiap usia,
Pakan: Pelet ikan Cupang, Jentik-Jentik(Larva nyamuk).

3. Box Turtles
Rentang Hidup: Hingga 40 tahun,
Baik untuk: Anak usia 8 tahun atau lebih,
Pakan: Cacing tanah, serangga, dan buah-buahan dan sayuran, atau pelet komersial, tergantung pada kura-kura berkembang biak.

2. Chinchilla
Rentang Hidup: Hingga 20 tahun,
Baik untuk: Anak di atas 10 (Chinchilla adalah hewan rapuh),
Pakan: pelet komersial, air tawar.

1. Hermit crab
Rentang Hidup: Sampai dengan 30 tahun,
Baik untuk: Setiap usia,
Pakan: pelet komersial, dechlorinated air tawar dan air asin, buah sesekali,
Bagusnya di tempatkan di Aquarium Dengan sedikit air.

Apakah Anda tertarik untuk mememihara salah satu hewan di atas? Jika iya maka siapkanlah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memeliharanya. Meskipun ukuran mereka kecil namun bukan berarti merawat hewan-hewan seperti diatas merupakan hal yang mudah. Setiap hewan peliharaan apapun ukuran maupun jenisnya tetap butuh perhatian dan perawatan yang baik dari pemiliknya.

Source: www.kaskus.co.id dengan perubahan

Kamis, 22 November 2012

Serba-serbi Laron, si Rayap Bersayap

Pada saat memasuki musim penghujan seringkali muncul laron. Rayap bersayap ini cukup mengganggu karena muncul dalam jumlah yang banyak dan mengerumuni lampu di rumah-rumah. Bagi anda yang belum mengenal laron, mungkin muncul pertanyaan di benak anda kenapa laron muncul hanya saat musim hujan? Lalu kemana perginya mereka saat musim kemarau? Atau kenapa sayap laron pasti rontok?

Laron atau yang dikenal sebagai White Ants, akan keluar secara bergerombol dari dalam tanah pada saat udara terasa lembab. Selama musim hujan keadaan tanah menjadi lebih lembab daripada biasanya karena tanah menjadi basah. Udara disekitarnya pun menjadi lembab. Pada saat itulah, mereka akan keluar dan mencari cahaya, dari cahaya lampu-lampu yang bersinar disekitarnya untuk menghindari udara lembab, selain daripada itu laron juga melakukan proses perkembangbiakan pada saat musim hujan untuk mencari pasangan kimpoiya.

Laron tumbuh dari telur. Sayap laron berkembang agar laron bisa terbang mencari pasangan kimpoinya. Setelah kimpoi, sayap laron tanggal karena tidak diperlukan lagi. Mereka mulai membangun sarang dan menetaskan telur-telur sehingga membentuk koloni baru.

Laron merupakan salah satu tahap perkembangan rayap, serangga yang hidup berkoloni didalam tanah. Rayap memiliki tiga kasta (level perkembangan): kasta reproduktif, kasta prajurit, dan kasta pekerja. Laron merupakan salah satu fase dewasa dari kasta reproduktif. Ia akan menjadi raja dan ratu pada koloni rayap.

Sekian sedikit pembahasan yang saya kutip dari www.woconan.com

7 Hewan Laut yang Berbahaya di Dunia

Lautan merupakan tempat hidup berbagai binatang. Banyak sekali jenis hewan laut yang unik dan luar biasa di lautan di seluruh dunia. Namun diantara berbagai jenis binatang atau hewan laut, ada hewan-hewan laut yang berbahaya bagi manusia. Berikut adalah 7 Binatang Laut yang Berbahaya di Dunia

1. Belut Laut

Gigitan kuat dari gigi tajam belut laut dapat mengakibatkan luka serius yang rentan terkena infeksi bakteri dari mulut hewan primitif ini. Belut ini kerap bersembunyi di celah-celah dan lubang karang pada siang hari dan berburu makanan di malam hari. Para ahli kelautan menyarankan penyelam untuk menjauhkan tangan dari celah atau lubang mencurigakan untuk menghindari serangan. Satu lagi, jangan pernah memberi makan hewan ini jika tidak mau diserang oleh kawanannya.

2. Singa Laut

Singa laut dapat digolongkan sebagai binatang imut, mudah dilatih, dan banyak menjadi bintang di beberapa kebun binatang. Kendati begitu, hewan ini tak jarang pula menyerang manusia. Di California, AS, beberapa kasus serangan singa laut dilaporkan terjadi di pantai Manhattan, Newport, dan San Francisco pada 2006. Beberapa ilmuwan setempat mengatakan perilaku singa laut sulit diduga dan dapat tiba-tiba menjadi agresif.

3. Ikan Pari

Nama hewan ini begitu banyak menyita perhatian dunia semenjak kematian tragis ahli biologi sekaligus pembawa acara “Crocodile Hunter” Steve Irwin pada 2006. Ekor ikan pari yang berbentuk seperti tombak dan mengandung banyak racun telah menusuk Steve dan membuatnya mengalami gagal jantung.

4. Buaya Air Asin

Buaya air asin memiliki reputasi sebagai salah satu pemangsa paling ganas di dunia. Hewan yang dapat tumbuh hingga lebih dari enam meter dan berbobot 1.500 kilogram ini memiliki beragam mangsa, antara lain monyet, kanguru, banteng, ikan hiu, dan bahkan manusia. Dengan menggunakan kekuatan dahsyat, buaya air asin menggigit sambil memutar-mutar mangsanya di dalam air untuk melumpuhkan dan kemudian memakannya.

5. Ikan Singa

Menjadi ikan favorit penghuni aquarium, ikan singa terkenal dengan duri-durinya yang beracun. Walaupun tidak terlalu mematikan pada manusia, racunnya dapat mengakibatkan sakit kepala, muntah-muntah, dan gangguan pernafasan. Menurut beberapa laporan, gejala tersebut berlangsung selama beberapa minggu.

6. Ular Laut

Ketakutan dasar manusia pada ular menempatkan spesies ini pada daftar hewan laut berbahaya. Namun pada kenyataannya ular laut ini hidup tersembunyi di laut dan tidak terlalu mengancam kehidupan manusia. Kendati begitu, racun ular ini tetap saja menjadi momok menakutkan. Dalam sekali gigitan, racun ular ini mampu melumpuhkan mangsa dan membunuhnya dalam hitungan detik.

7. Ikan Buntal

Racun mematikan bernama Tetrodotoxin (TTX) terkandung dalam ikan berbadan gendut ini. Racun yang lebih kuat dari sianida tersebut mengakibatkan kesulitan bernafas pada seseorang sebelum berujung pada kematian. Yang unik, sejumlah koki profesional di Jepang memisahkan bagian daging yang bisa dikonsumsi dari ikan buntal sebagai hidangan dengan cita rasa tinggi.

Bersumber dari http://www.didunia.net/2012/10/7-binatang-laut-paling-berbahaya-di.html

Selasa, 06 November 2012

6 Formasi Terbang Burung yang Berbentuk Unik

Burung yang hidup berkoloni biasanya akan terbang berkelompok. Selama terbang tersebut, biasanya burung-burung tersebut membentuk sebuah formasi. Formasi yang dibentuk mulai dari berbentuk huruf "V", hingga formasi yang unik. Berikut adalah 6 bentuk formasi terbang burung yang unik

1. Gundukan Pasir
Formasi burung paling keren ini berbentuk gundukan pasir. Momen seperti ini sangat jarang bisa tertangkap kamera. Bisa mengabadikan momen seperti ini benar-benar sebuah keberuntungan.

2. Tornado
Bisakah anda menebak gambar apa yang terbentuk dari formasi burung tersebut? Iya, anda bisa melihat dengan jelas kumpulan burung tersebut membentuk sebuah angin tornado. Itu adalah sekumpulan burung jalak yang bergerak melingkar dan tanpa sengaja membentuk formasi yang menyerupai tornado.

3. Tanda Seru
Seorang fotografer mengabadikan salah satu formasi burung paling keren di dunia ini. Ada kurang lebih 5.000 ekor burung yang terdapat dalam foto tersebut. Bisakah anda menerka bentuk apa yang muncul dari formasi burung tersebut? Walaupun tidak sempurna, anda bisa melihat tanda seru (!). Formasi itu terbentuk bukan tanpa sebab. Ada burung predator yang mencoba masuk ke dalam kawanan dan mencoba memangsa salah satu dari mereka. Orang yang mengabadikan gambar ini adalah Nuray Gonulalan, ia mengatakan sangat terkejut dan merasa familiar dengan formasi yang dibentuk oleh kawanan burung tersebut.

4. Flamingo
Pernahkah anda membayangkan burung membuat gambar burung? Jika belum anda mungkin akan terkejut dengan kejadian ini. Seperti yang anda lihat pada gambar, sekawanan flamingo berkumpul dan membentuk pola menyerupai seekor bebek. Kejadian ini sempat disiarkan di salah satu acara National Geographic Channel. Ini merupakan momen yang sangat jarang bisa terjadi. Terutama karena formasi burung paling keren di dunia terjadi secara natural tanpa campur tangan manusia. Kejadian ini terjadi di sekitar laguna Semenanjung Yucatan. Tempat ini memang menjadi kawasan favorit para flamingo.

5. Gedung DPR
Yang satu ini benar-benar unik, coba anda lihat kawanan burung tersebut membentuk formasi apa. Mungkin anda langsung teringat dengan gedung DPR. Iya, walaupun formasi burung tersebut sangat mirip dengan gedung DPR namun hal ini terjadi begitu saja tanpa direkayasa. Formasi burung ini benar-benar menakjubkan, terutama karena memiliki bentuk yang sangat panjang. Sangat jarang sekawanan burung bisa membentuk formasi seperti ini.

6. Smiley
Langit sedang tersenyum. Hanya dengan 3 ekor burung, pemandangan langit terlihat lebih akrab dari biasanya. Ini adalah salah satu formasi burung paling keren di dunia. Coba anda bayangkan, dua burung berada di atas, dan satunya lagi berada di bawah. Kedua burung yang terletak di atas mengepakkan sayap ke bawah, sedangkan burung di bagian bawah mengepakkan sayap ke atas. Kapan hal sesempurna ini bisa terjadi lagi?

Baca pula:
Fakta Kenapa Burung Terbang Dengan Formasi Berbentuk "V"

Bersumber dari www.kaskus.co.id